proses terjadinya bhuwana alit

A.  Proses Terjadinya Bhuwana Alit

 

Asal mula Bhuwana Alit pada dasarnya adalah sama. Bhuwana Alit adalah bagian yang tak terpisah dari Bhuwana Agung. Makhluk hidup yang paling awal diciptakan adalah Swatara yang hidup tidak berpindah-pindah tempat. Tumbuh-tumbuhan tergolong Swatara memiliki Eka Pramana (bayu) adalah :

1.      Trana : bangsa ruput yang hidup di air dan darat

2.      Lata : bangsa tumbuhan menjalar

3.      Taru : bangsa semak dan pepohonan

4.      Gulma : bangsa pohon yang bagian luarnya berkayu dan bagian dalamnya berongga

5.      Janggama : bangsa tumbuhan yang hidupnya menumpang pohon lain

Setelah penciptaan Swatara, dilanjutkan dengan penciptaan Marga Satwa (binatang) yang memiliki Dwi Pramana (sabda dan bayu), yaitu :

1.      Swedaya : bangsa binatang bersel satu, hidup di air dan tanah basah

2.      Andaya : bangsa binatang yang bertelur, hidup di air, darat, maupun udara

3.      Jarayuda: bangsa binatang menyusui, baik pemakan rumput maupun daging

Kemudian dilanjutkan dengan penciptaan makhluk Tri Pramana (sabda, bayu, idep) yaitu manusia. Manusia dapayt diklasifikasikan menjadi :

1.      Nara Marga : manusia binatang, sudah memiliki pola piker manusia tapi tubuhnya masih berupa binatang. Contohnya Narasinga (manusia berkepala singa)

2.      Wamana : manusia kerdil

3.      Jatma Manusya : manusia sempurna

Selain jenis manusia di atas, terdapat juga jenis manusia lainnya berdasarkan sifat dan jenis kelaminnya, yaitu :

1.      Manusia laki-laki (purusa)

2.      Manusia perempuan (pradana)

3.      Manusia banci (berjenis kelamin laki-laki namun bersifat perempuan)

 

Manusia disebut sebagai makhluk tertinggi, kelahirannya mengalami proses yang panjang. Dijelaskan bayi yang berada di kandungan terwujud akibat pertemuan Kama Petak (disebut Sukla, sel laki-laki yang disimbolkan dengan Sang Hyang Smara) dengan Kama Bang (disebut Swanita, sel perempuan yang disimbolkan dengan Dewi Ratih). Lontar Anggastyaprana menjelaskan pertemuan Kama Petaka dan Kama Bang disebut Sang Ajursulang. Luluhnya pertemuan tersebut disebut Sang Bubur Rumaket, pada saat itulah dating Sang Hyang Nilakanta menganugerahkan berkah bagaikan telur yang disebut Sang Antigajati atau Manik. Manik masuk ke dalam Garbha Pradhana (perut ibu) dan akhirnya mengendap dalam Kunda Cacupu Manik atau Iwapadha atau Mula Dhara (rahim). Selanjutnya Manik mengalami pertumbuhan dan kemudian lahir sebagai bayi (Bhuwana Alit).

 

Manusia lahir mempunyai unsure yang sama dengan Bhuwana Agung yaitu Purusa dan Prakerti. Pada manusia unsur Purusa adalah Jiwatman (Suksma Sarira), sedangkan Prakerti adalah Sthula Sarira atau badan kasar. Suksma Sarira terjadi dari Budhi (untuk menentukan keputusan), Manas (untuk berpikir) dan Ahamkara (untuk merasakan dan bertindak) yang disebut Tri Antah Karana (tiga penyebab akhir). Ahamkara yang mendapat pengaruh dari Guna Satwa menciptakan Panca Budhindriya dan Panca Karmendriya.

1.      Panca Budhindriya :  lima macam indriya manusia untuk mengetahui sesuatu, yaitu :

a.       Caksuindriya (indriya pada mata)

b.      Srotendriya (indriya pada telinga)

c.       Ghranendriya (indriya pada hidung)

d.      Jihwendriya (indriya pada lidah

e.       Twakindriya (indriya pada kulit)

2.      Panca Karmendriya : lima macam indriya manusia untuk melakukan sesuatu, yaitu :

a.       Panindriya (indriya pada tangan)

b.      Padendriya (indriya pada kaki)

c.       Garbhendriya (indriya pada perut)

d.      Upasthendriya/Bhagendriya (indriya pada kelamin laki-laki dan wanita)

e.       Payuindriya (indriya pada pelepasan/anus)

 

Sthula Sarira terjadi akibat Panca Tan Matra yang berevolusi., sedangkan Panca Tan Matra terjadi akibat Ahangkara yang dipengaruhi Guna Tamas. Unsur-unsur Panca Tan Matra adalah :

1.      Sabda Tan Matra (bekas suara)

2.      Sparsa Tan Matra (bekas rasa, sentuhan)

3.      Rupa Tan Matra (bekas cahaya)

4.      Rasa Tan Matra (bekas rasa)

5.      Gandha Tan Matra (bekas bau)

 

Unsure panca Tan Matra mengalami evolusi menjadi bentuk Panca Maha Bhuta, yaitu :

1.      Sabda Tan Matra berubah menjadi Akasa atau Ether (segala rongga yang ada pada manusia). Rasa marah, malu, kagum, ramah dan lainnya bersala dari Akasa dan Ether

2.      Sparsa Tan Matra berubah menjadi Bayu (nafas dan udara dalm tubuh manusia)

3.      Rupa Tan Matra berubah menjadi Teja (zat panas dalam tubuh manusia)

4.      Rasa Tan Matra berubah menjadi Apah (air dalam tubuh manusia)

5.      Gandha Tan Matra berubah menjadi Perthiwi (tulang dalam tubuh manusia)

 

 

 

 

Selain unsur-unsur tersebut, Sthula Sarira memiliki unsur lain yaitu :

1.      Sad Kosa : enam lapis pembungkus Sthula Sarira

a.       Asti atau tawulan (tulang)

b.      Odwad (otot)

c.       Mamsa (daging)

d.      Rudhira (darah)

e.       Carma (kulit)

f.       Sumsum (sumsum)

2.      Dasa bayu/Dasa Prana : sepuluh macam udara dalam badan manusia

a.       Prana (udara pada paru-paru)

b.      Samana (udara pada pencernaan)

c.       Apana (udara pada pantat)

d.      Udana (udara pada kerongkongan)

e.       Byana (udara yang menyebar ke seluruh tubuh)

f.       Naga (udara pada perut)

g.      Kumara (udara yang keluar dari badan, tangan dan jari)

h.      Krakara (udara saat bersin)

i.        Dewadatta (udara saat menguap)

j.        Dananjaya (uadara yang member makan pada badan)

 

Unsur-unsur yang berhubungan dengan Suksma Sarira adalah Panca Mayakosa, yaitu lima macam unsur pembungkus Suksma Sarira yang sangat halus.

Bagian Panca Maha Kosa adalah :

1.      Anamaya Kosa (unsur yang berasal dari sari makanan)

2.      Pranamaya Kosa (unsur yang berasal dari sari napas)

3.      Wijnanamaya Kosa (unsur yang berasal dari sari pengetahuan)

4.      Manomaya Kosa (unsur yang berasal dari sari pikiran)

5.      Anandamaya Kosa (unsur yang berasal dari kebahagiaan)

 

Proses terjadinya Bhuwana Alit merupakan penggabungan dari seluruh unsure yang bersumber dari Maya (Prkerti) seperti Citta, Budhi, Manas, Ahamkara sehingga muncullah Bhuwana Alit. Tuhan adalah pencipta yang ada dan merupakan tempat kembalinya semua yang ada ini, tidak ada seorang pun yang dapat menentangnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: