cerpen

. Sastra

Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta ( sastra ), yang berarti “teks yang mengandung instruksi atau pedoman”, dari kata dasar sas yang berarti “intruksi” atau “ajaran”. Sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis dan sastra lisan ( sastra oral ). Jadi yang termasuk dalam kategori sastra adalah :

~ Novel

~ Cerita pendek tertulis dan lisan

~ Syair

~ Pantun

~ Sandiwara atau drama

~ Lukisan atau kaligrafi

Dalam tugas ringkasan materi ini, akan membahas secara lebih mendalam tentang salah satu jenis sastra, yaitu cerita pendek atau cerpen.

B. Cerpen

○     Pengertian cerpen

Cerita pendek atau yang sering disebut cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif, yang menceritakan sebagian dari kehidupan pelaku utama, biasanya terdiri dari 9000-10.000 kata. Sebenarnya tidak ada rumusan baku mengenai apa itu cerpen. Kalangan sastrawan memiliki rumusan tersendiri yang berbeda mengenai pengertian cerpen, diantaranya :

§  H.B. Jasin “Sang Paus Sastra” mengatakan bahwa yang disebut cerpen harus memiliki bagian perkenala, pertikaian, dan penyelesaian.

§  A. Bakar Hamid dalam tulisan “Pengertian Cerpen” berpendapat bahwa yang disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitas, yaitu banyaknya perkataan yang dipakai, adanya satu plot, adanya satu watak, dan adanya satu kesan yang diperoleh oleh pembaca setelah membaca cerpen.

§  Aoh K.H mendifinisikan bahwa cerpen adalah salah satu ragam fiksi atau cerita rekaan yang sering disebut kisahan prosa pendek.

§  Phyllis dugane, seorang wanita penulis di Amerika mengatakan bahwa cerpen ialah susunan kalimat yang merupakan cerita yang mempunyai awal, bagian tengah, dan akhir.

○ Sejarah cerpen

Cerita pendek berasal mula pada tradisi penceritaan lisan yang menghasilkan kisah-kisah terkenal, seperti Iliad dan Odyssey karya Homer, yang disampaikan dalam bentuk puisi yang berirama yang berfungsi sebagai alat untuk menolongorang mengingat ceritanya. Pada awalnya cerpen berupa fable yang umumnya berupa cerita rakyat dengan pesan-pesan moral di dalamnya, konon dianggap oleh sejarawan Yunani,Herodotus sebagai hasil temuan seorang budak Yunani yang bernama Aesop pada abad ke 6 SM sehingga dikenal sebagai Fabel Aesop. Selanjutnya jenis cerita berkembang meliputi sage, mite, dan legenda. Sage ialah cerita kepahlawanan seperti Joko dolog. Mite merupakan cerita tentang kepercayaan masyarakat setempat mengenai sesuatu seperti Nyi Roro Kidul. Legenda adalah cerita mengenai asal usul terjadinya suatu tempat seperti Banyuwangi. Pada masa kekaisaran Romawi bentuk lain cerita pendek adalah anekdotyaitu cerita realistis yang disingkat yang mencakup suatu pesan dan tujuan. Anekdot Romawi dikumpulkan dalam Gesta Romanorum pada abad ke 13-14. Di Eropa tradisi cerpen berkembang pada awal abad ke 14, terutama dengan terbitnya karya Geoffrey Chaucer Canterbury Tales dan karya Giovani Boccaccio Decameron. Pada akhir abad ke 16 cerpen yang paling popular di Eropa adalah “novella” kelam yang tragis karya Matteo Bandello. Pada pertengahan abad ke 17 di Perancis terjadi perkembangan novel pendek yang diperhalus yaitu “nouvelle” oleh Madame de Lafayette, dongeng tradisional mulai diterbitkan, munculnya terjemahan modern pertama “Seribu Satu Malam” karya Antoine Galland yang menimbulkan pengaruh hebat terhadap cerita pendek di Eropa. Di Indonesia sendiri tonggak penting sejarah munculnya penulisan cerpen Indonesia di mulai oleh Muhamad Kasim dan Suman Hasibuan pada awal tahun 1990-an.

○  Unsur-unsur cerpen

Sebuah cerpen mutlaknya memiliki unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik

  • § Unsur intrisik

Unsur Intrinsik merupakan unsur yang terdapat atau terkandung dalam cerpen yang menghidupkan suatu cerita. Unsur intrinsic yang terkandung dalam cerpen meliputi :

* Tema, merupakan gagasan utama yang menjadi bahan utama cerita yang dapat dikatakan sebagai dasar tolak untuk membentuk rangkaian cerita. Suatu tema dapat diketahui melalui :

–          Membaca dan mengapresiasikan unsur intrinsik karya tersebut secara menyeluruh.

–          Dengan cara menentukan konflik utama

*   Sudut pandang atau point of view, merupakan kedudukan pebngarang dalam cerita atau visi pengarang yang dijelmakan ke dalam pandangan tokoh cerita. Sudut pandang dibedakan menjadi :

–          Sudut pandang orang pertama : pengarang sebagai pelaku utama dan memakai istilah aku.

–          Sudut pandang orang ketiga : pengarang menceritakan orang lain dan memakai istilah dia, ia, atau nama.

–          Sudut pandang pengrang orang pertama pelaku pendamping

–          Sudut pandang dari Yang Maha Kuasa : penga rang seolah-olah maha tahu

–          Sudut pandang objektif : pengarang seolah-olah maha tahu, namun pengarang tidak sampai menuliskan bathin tokoh-tokoh dalam cerita.

*   Alur atau plot, merupakan jalinan peristiwa yang dialami pelaku yang menyatukan hubungan sebab akibat, sehingga ceritanya lebih menarik. Alur dibedakan menjadi :

–          Alur maju ( linear progesif ) merupakan alur yang disusun dari awal kejadian, kejadian selanjutnya hingga pemecahan masalah.

–          Alur mundur ( flashback, kilas balik ) merupakan alur yang diawali dari bagian akhir menuju awal cerita.

–          Alur gabungan merupakan gabungan  dari alur maju dan alur mundur.

–          Alur melingkar ( sirkuler ) merupakan peristiwa yang tidak diceritakan secara berurutan.

–          Alur kronologis merupakan alur yang susunan peristiwanya sesuai urutan waktu.

Ada pula sifat plot cerpen, yaitu :

–          Plot terbuka : jika akhir cerita merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita.

–          Plot tertutup : jika akhir cerita tidak merangsang pembaca mengembangkan jalan cerita.

–          Plot keras : jika akhir cerita meledak keras di luar dugaan pembaca.

–          Plot lembut : jika akhir cerita berupa bisikan, tidak mengejutkan pembaca, namun tetap disampaikan dengan mengesankan seperti terus terngiang di telinga pembaca.

*   Tokoh, merupakan pelaku dalam cerita yang menunjuk pada orang. Secara umum dikenal adanya 2 tokoh utama, yaitu :

–          Tokoh protagonist, merupakan tokoh yang dikagumi karena menampilkan sesuai dengan pandangan dan harapan pembaca seperti pengamalan norma-norma dan nilai budi perkerti yang baik.

–          Tokoh antagonis, merupakan tokoh penentang daripada tokoh protagoniyang menyebabkan adanya konflik

Selain tokoh tersebut ada pula tokoh lainnya, yaitu :

–          Tokoh tritagonis yaitu tokoh pembantu.

–          Tokoh diagonis yaitu tokoh penengah.

*   Penokohan, merupakan penciptaan citra tokoh dalam cerita atau sifat batin dan sifat lahir atau rupa manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku tokoh. Oleh pengarang, penokohan dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya :

–          Melalui tindakan, ucapan dan pikiran tokoh.

–          Tempat tokoh tersebut berada.

–          Benda-benda di sekitar tokoh

–          Kesan tokoh lain terhadap dirinya.

–          Keadaan di sekeliling tokoh

–          Deskripsi langsung secara naratif oleh pengarang.

*   Latar atau setting, merupakn gambaran cerita yang terjadi yang merujuk pada tempat, waktu dan lingkungan social tempat terjadinya  peristiwa yang diceritakan. Unsure latar dapat dibedakan menjadi :

–          Latar tempat : merujuk pada lokasi terjadinya peristiwa.

–          Latar waktu : berhubungan dengan “kapan”terjadinya peristiwa

–          Latar keadaan social : merujuk pada hal-hal yang berhubungan dengan prilaku kehidupan social tokoh di suatu tempat  yang diceritakan.

*   Gaya bahasa, merupakan cara khas pengungkapan seseorang, atau gaya pengarang dalam milih kata untuk memperkuat daya lukisagar tercapai efek yang dikehendaki. Gaya bahasa yang sering dipakai pengarang adalah :

–       Gaya bahasa perbandingan :

~     Majas perumpamaan atau asosiasi : gaya bahasa yang mengumpamakan benda yang satu dengan benda yang lain.

Contoh : bibirnya merah bagai buah delima.

~     Majas metafora : gaya bahasa yang singkat dan padat yang dinyatakan secara implicit.

Contoh : si jago merah telah melalap rumah itu

~     Majas personifikasi : gaya bahasa yang menggambarkan benda tak bernyawa memiliki sifat insane seperti manusia

Contoh : pohon nyiur melambai-lambai di pantai

~     Majas alegori : gaya bahasa perbandingan yang biasa memakai cerita untuk simbol-simbol untuk menyampaikan maksud tertentu

Contoh : orang itu termenung seribu satu malam

~     Majas pleonasme : pemmakaian gaya bahasa yang melebih-lebihkan

Contoh : saya melihat kejadian itu dengan mata kepala saya sendiri.

–       Gaya bahasa pertentangan :

~     Majas hiperbola : gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan dengan maksud member penekanan

Contoh : kini hidupnya benar-benar bermandikan uang

~     Majas litotes : gaya bahasa yang memakai pernyataan untuk memperkecil sesuatu atau merendahkan hati

Contoh : kalau sudah sampai sudikah engkau singgah ke gubukku

~     Majas ironib : gaya bahasa yang mengungkapkan pernyataan dengan maksud mencemooh

Contoh : rapi benar kamarmu seperti kapal pecah.

–       Gaya bahasa pertautan :

~     Majas metonimia : gaya bahasa yang menggunakan nama cirri yang ditautkan dengan sesuatu sebagai penggantinya

Contoh : sambil menghisap djarum dalam0dalam dibukanya lembaran-lembaran kompas.

*   Amanat, merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang berupa pemecahan atau jalan keluar terhadap persoalan yang ada dalam cerita.

*   Konflik, merupakan sesuatu yang dramatic, mengacu pada pertarungan antara dua kekuatan yang seimbang dan menyiratkan adanya aksi dan reaksi balasan. Konflik cerpen umumnya dikelompokan menjadi dua yaitu :

–          Konflik fisik : konflik yang melibatkan unsure ffisik dalam pertarungan seperti kekerasan, pukulan, yang digambarkan lewat tindakan tokoh dalam cerita.

–          Konflik batin : konflik yang tidak terdapat unsure fisik melainkan unsure batin atau perasaan yang bertentangan antar tokoh.

Dalam konflik terdapat juga klimaks, yaitu titik pertemuan antara dua atau lebih keadaan yang dipertentangkan dan menentukan bagaimana konflik itu diselesaikan.

  • Unsur ekstrinsik

Unsure ekstrinsik cerpen merupakan unsure-unsur yang berada di luar cerpen namun secara tidak langsung terdapat dalam cerita dan mempengaruhi bangun cerita.

Unsure ekstrinsik dalam cerpen antara lain meliputi :

*   Keadaan subjektivitas pengarang yang memiliki sikap, keyakinan, dan pandangan hidup.

*   Keadaan di lingkungan pengarang atau latar belakang pengarang seperti pendidikan, kondisi keluaraga, psikologi pengarang, keadaan ekonomi dan social.

*   Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen yang meliputi :

–          Nilai moral : nilai yang berkaitan dengan akhlak atau susila, budi pekerti serta baik buruknya tingkah laku.

–          Nilai social kemasyarakatan : nilai yang berkaitan dengan norma-norma masyarakat.

–          Nilai keagamaan : nilai yang berkaitan dengan tuntunan keagamaan.

–          Nilai pendidikan : nilai yang berkaitan dengan pengubahan tingkah laku atau pengajaran.

–          Nilai estetis atau keindahan : nilai yang berkaitan dengan hal-hal yang menarik.

–          Niali etika : nilai yang berkaitan dengan sopan santun.

–          Nilai politis : nilai yang berkaitan dengan kehidupan politik.

–          Nilai budaya : nilai yang berkaitan dengan adat istiadat.

–          Nilai kemanusiaan : nilai yang berhubungan dengan sifat manusia.

* Hal menarik, yaitu sesuatu hal yang menarik yang dapat meninggalkan kesan tersendiribagi pembaca.

○       Genre cerpen

Pada umumnya genre daripada cerita pendek adalah suatu bentuk karangan fiksi seperti fiksi ilmiah, fiksi horror,fiksi detektif. Cerita yang pendeknya kurang dari 1000 kata tergolong pada genre fiksi kilat atau flash fiction. Fiksi yang melampaui batas maksimum parameter cerita pendek digolongkan ke dalam novelette, novella, dan novel.

○ Ukuran cerpen

Menetapkan apa yang membedakan cerpen dengan cerita fiksi lainnya adalah sesuatu yang problematic. Sebuah definisi klasik dari cerita pendek adalah bahwa cerpen harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk. Hal tersebut disebutkan dalam esai Edgar Allan Poe “ The Philosophy of Composition” pada 11846. Dalam penggunaan kontempore, ukuran cerpen pada umumnya adalah tidak lebih dari 10.000 kata dan tidak kurang dari 1000 kata, namun definisi lain menyebutkan batas panjang cerpen adalah 7.500 kata.

○ Langkah penulisan cerpen

Dalam menuliskan sebuah cerpen yang baik, hal-hal yang harus dikerjakan adalah :

*   Perencanaan cerpen : tentuka terlebih dahulu jenis cerpen yang akan anda tulis.

*   Pemilihan tema : tema bagaikan sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita, dimana anda menggantungkan alur, karakter, dan setting cerita. Ketika anda menulis yakinilah bahwa setiap kata berhubungan dengan tema ini.

*   Pertimbangan tempo waktu : cerpen yang efektif biasanya menampilkan tempo waktu yang pendek berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama. Dengan waktu yang singkat diharapkan agar tema dari kejadian yang anda ceritakan dapat tergambar dengan jelas.

*   Pemilihan setting : dalam membuat cerpen anda tidak harus selslu memilih setting yang imajinatif, melainkan setting yang mudah ditebak. Contohnya untuk cerpen bertema horror tidak harus selslu di kuburan pada malam hari. Buatlah agar pembacaseolaholah merasakan suasana cerita.

*   Penentuan tokoh dan penokohan : untuk menjaga efektifitas cerita, sebuah cerpen cukup memiliki tiga tokoh utama, karena bila terlalu banyak tokoh akan mengaburkan jalan cerita.

*   Penyusunan dialog : dialog harus mampu turut bercerita dan mengembangkan tema cerita, jangan hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh.

*   Perangkaian alur : pastikan alur andalengkap ( terdapat pembukaan, pertengahan, dan penutup ). Jangan terlalu berlama-lama membangun cerita. Pastikan jika pembaca menjadi penasaran dan menebak-nebak hingga akhir cerita.

*   Membaca ulang ; periksa kembali cerpen anda karena pembaca mudah terpengaruh oleh format yang tidak rapi seperti penggunaan tata bahasa dan tanda baca yang salah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: